Powered By Blogger

Jumat, 03 Desember 2010

MERDEKA ATAU????

MASIHKAH KITA MERDEKA?
saat untuk mengerjakan sesuatu
masih harus diperintah

MASIHKAH KITA MERDEKA?
saat untuk berkreatif
masih menunggu perintah

MASIHKAH KITA MERDEKA?
saat hewan harus diperintah
kitapun juga diperintah

MASIHKAH KITA MERDEKA?
ATAU HANYA SEKEDAR MERDEKA?
DENGAN JIWA YANG HOBI DAN SENANG SERTA BANGGA TERJAJAH....

25 Oct 2010
Pemusingan MTK in SMAI
haduuuhhhh>.<
thanx, Mr. Dadan

daSar!!!!

sekarang q tax,hrs brp ksah cinta lg yg hrs kau jlni agr kau tak sll mngluh tntng cinta cinta cinta,hrs brp mntan lg kau koleksi agr kau tak merengek tntng cinta cinta cinta,dan hrs brp bxk lg pershbatan yg mnjdi cinta llu brbh benci dan tak saling sapa-mmbyarkan neraka menunggumu-lg agar kau tak...

ah...dasar!!!

bosan tauk q dngar it! tak prnhkah kau tuk brpqr dwasa tntng cinta,shngga tak mmbunuhmu,mracunimu,mmbwtmu mnjd mainan tuk trsexum dan mnangis ssuka dy,hrs brp bxk lg?dan aq malu krna tlah prnah mncintaimu
17 Oktober 2010 jam 17:34

berubah

perjalanan hidup telah berubah
hidup telah berubah
aku harus bagaimana?
aku tak yakin pada nasibku

aku ingin tidur terus
agarku dapat melihatmu
mendegarmu
menyentuhmu

arah telah berubah
aku tak yakin pada nasibku
aku harus bagaiman?
hidup telah berubah

aku akan memelukmu
takkan melewatkanmu

setelah dari dunia ini
aku takut kehilanganmu lagi

-usai nonton film Ghajini-
01.06 pagi
15-5-2010

pagi ini aku di pantai [seri ????]

Pagi ini aku kembali ke pantai
Di sambut hujanan permintaan maaf

Poseidon : “maaf musi, matahari dan bulan tak mau berkompromi untuk menaik turunkan air laut dan, mengharuskan begitu”
Aku         : “gak pa-pa, kalau memang harus seperti itu mau gimana lagi?”
Poseidon : “(tersenyum) sekarang bagaimana perasaan kamu?”
Aku         : (menoleh dengan ekspresi santai)
Poseidon : “roller coster?”
Aku         : (sambil ajerukkong) “em…” (lalu menoleh dan menatap kembali pada poseidon) “setelah tahun, saya sadar perasaan saya bukan roller coster, memang naik dengan menggebu-gebu, tapi turun dengan cepat, menghujam” (menoleh ke keadaan semula, lalu bergeleng-geleng)
Poseidon : “trus?”
Aku         : “air”
Poseidon : “hah?”
Aku         : “ya, air, apapun halangannya, air tetap mengalir, meskipun terpecah, jumlahnya tetap sama, tidak kurang, tidak lebih, tetap, sedari dulu, ampe sekarang”
Poseidon : “ciah… gombal”
Aku         : (menoleh pada Poseidon lalu kembali menatap laut)  “intinya, setelah tahu, perasaan saya masih tetep sama, tidak berubah”
Poseidon : “suka?”
Aku         : (tersenyum lalu mengangguk)
Poseidon : “sayang?”
Aku         : (tetap tersenyum, lalu menoleh pada Poseidon dan kembali menatap lau sambil berujar dengan mesrah) “ya…”
Poseidon : “cinta?”
Aku         : (senyumku semakin mengembang) “kamu masih mau bahasa apa lagi untuk menyatakan bahwa saya cinta dia?” (sambil menoleh ke poseidon)
Poseidon : (tersenyum)
Tiba-tiba, temanku Nuris dating dengan motor “perjuangannya”, setelah kami berempat (eit… ada bapak-bapak dengan anak lakinya) berjalan-jalan ke barat dan kembali lagi, nuris pamit untuk pulang duluan
Aku         : “kemana aja kamu?”
Poseidon : “gak ada, cuma ngintip” (sambil tersenyum) “oya, masalah yang air”
Aku         : “apalagi?”
Poseidon : “masa cuma itu aja? Gak ada peningkatan?”
Aku         : (tersenyum) :air, bila dipanaskan, jumlahnya akan menambah, nila air itu banyak dan menguap, bisa menjadi rintik gerimis, lalu hujan”
Poseidon : (ngangguk-ngangguk)
Aku         : “bila di bekukan, dia juga akan lebih membengkak dari aslinya”
Poseidon : “ciah… gombal lagi”
Aku         : (tersenyum) “apa ketulusan dari dalam hati itu dinamakan menggombal? Lagiankan saya belajar sama kamu waktu dewi…”
Poseidon : “ah… udah-udah! Jangan ungkit-ungkit itu lagi, bahkan zeuspun sudah gak ungkit-ungkit itu lagi”
Kali ini aku lebih berani menerima tawaran Poseidon untuk bergumul dengan laut.
Aku         : “tapi sampai dada aja ya, gak main-main?!”
Poseidon : “kenapa?”
Aku         : “puasa bos…”
Hah… tapi namanya jail,Poseidon masih tetep menyepak kakiku hingga hampir jatuh
Aku         : “hei…!!!”
Poseidon :  “hehe, maaf, becanda”
Kali ini, kurasakan air lebih menekan dadaku, dicampur rasa yang telah membeku dan mengendap, coba kau di sini, nyaman rasanya.

Pantai Lebuk, 08 September 2010
tak perlu berkeluh kesah hati
karena ku juga punya hati

tak perlu bersusah hati
karena ku juga punya hati
...
cukup jawab iya
jangan hanya diam saja

ku yang kan bicara
ku yang kan memulai
terserah apa jawabmu

karena ku tak tahan bila melihat ada hati yang susah
kau tahu itu
ku sudah bilang padamu
apa kau lupa?

karena ku juga punya hati

aku memang orang aneh
tapi tak tahan melihat hati yang sakit
apa itu aneh?

apa kau lupa?

cukup jawab iya,
jangan hanya diam saja
dan menulis sesukanya

karena ku juga punya hati
seperti hatimu
07 September jam 12:48

ku tak mungkin membaca

Aku mau bicara
Tapi,
Maukahkau mendengarkan?

Aku mau bicara
Tapi,
Bisakahkau menoleh?

Aku mau bicara
Tapi,
Bisakahkau tidak kejam?

Aku mau bicara
Tapi,
Bisakahkau peduli?

Aku mau bicara
Tapi,
Bisakah kau jujur?

Aku mau bicara
Tapi,
Bisakah kau bicara juga?

Aku mau bicara
Tapi,
Ku tak mungkin membaca
Karna ku takut salah mengerti

Aku mau bicara
Tapi,
Bisakah kau menjawab?

Aku mau bicara?
Tapi,
Maukah kau menjawab?

Aku mau bicara,
Tolong dengarkan
Dan jawab ya bila kau mau mendengarkan

Aku mau bicara
Jujur
Sama-sama jujur
Terbuka
Sama-sama terbuka

Tidak hanya di pangkal lidah
Tidak hanya di ujung lidah
Tidak hanya di lidah

Aku mau bicara,
Kau juga bicara,

7 Sept2010

Pagi ini aku di pantai [seri sedih]

Pagi ini aku di pantai
Pantai lebuk namanya
Jika kalian tidak tahu
Berarti kalian belum pernah keliling dunia

Pagi ini aku di pantai
Menikmati jilatan di kakiku
Yang seret ke selangkangan
Terus melumatku

Pagi ini aku di pantai
Kangen rasanya
Tapi aku ingin naik gunung
Seru gak ya…???

Pagi ini aku di pantai
Tidak hanya sendiri
Ada sapi plus tokainya
Dan 3 orang cewe yang berfoto-foto

Pagi ini aku di pantai
Menuliskan namamu
Bersanding dengan ku
Kangen rasanya tertawa kembali

Pagi ini aku di pantai
Kembali menuliskan namamu
Sekali lagi
Dan lagi

Pagi ini aku di pantai
Menuliskan namamu
Tapi kembali di hapus oleh ombak
Tulis lagi

Pagi ini aku di pantai
Ku tulis lagi
Lebih jauh
Lebih dalam
Lebih besar

Pagi ini aku di pantai
Bertarung bersama ombak
“Hei Poseidon! Apa maumu?”
Dia hanya terkekeh bersama buih

Pagi ini aku di pantai
Kulempar diadengan batu
Apa dayaku?
Laut ini kerajaannya

Pagi ini aku di pantai
Menuliskan namamu
Menangis bersama keringat
Ah,

Pagi ini aku di pantai
Nyaman rasanya
Berharap bertemu kau di sini
Hm…

Pagi ini aku di pantai
Poseidon di sampingku
Ikut bergoyang
Bersama koplo di perahu ikan yang baru berlabuh

Pagi ini aku di pantai
Bersama ombak
Dan buih yang tertawa girang
bergumul bersama ombak
Dan pecah di pinggir pantai
Menghinaku yang sedang murung
Huh… dasar, panas lagi?!

Pagi ini aku di pantai
Di temnai angina pantai
Mesraku dibelai
Lembut bagai angai-angai
Terbang berandai

Pagi ini aku di pantai
Sendirian…
Karena mereka semua sibuk
[Poseidon ikut-ikutan!]

Pagi ini aku di pantai
Memungut serpihan-serpihan hati
Yang tercecer
Itung lagi ah…
Takut ada yang kurang
eh..!!! awas ke injak?!!
[POSEIDON!!!]

Pagi ini aku di pantai
Poseidon
Temenin aku dong
Mau curhat nih…^^

Pagi ini aku di pantai
Udah Poseidon!
Diem
Tidur-tiduran aja kaya’ aku

Pagi ini aku di pantai
Masuk lebih dalam
Makin dalam
terus kedalam
nyaris tenggelam

Pagi ini aku di pantai
Tenang
Damai
Di temani deburan ombak
Dan koplo dangdut

Andai kau di sini
Tak bisa kubayangkan nyamannya…

Pantai lebuk
7 September 2010